Prof. BJ Habibie Memukau Peserta Pertemuan Rektor Universitas Jepang dan Indonesia di Nagoya Jepang

Mantan Presiden Indonesia Prof BJ. Habibie dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof M Nuh memberikan presentasi pada Pertemuan Rektor Universitas Jepang dan Indonesia di Nagoya Jepang (16 Nov 2012)(27 Rektor Universitas Jepang dan 22 Rektor Universitas Indonesia hadir dalam pertemuan ini).
Nagoya Jepang, 16 November 2012, Prof BJ Habibie hadir sebagai salah satu Keynote Speaker dalam The Japan-Indonesia Rector’s Conference , Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie mampu menghipnotis para peserta konferensi dengan presentasinya yang sangat memukau.
The Japan-Indonesia Rector’s Conference merupakan pertemuan antar pimpinan perguruan tinggi Indonesia dan Jepang yang berlangsung dari tanggal 15-16 November 2012 di Nagoya University, Nagoya Jepang. Pertemuan ini juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Wakil Perdana Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang Hirofumi Ryu , Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso.
Mantan Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia ini menegaskan betapa pentingnya hubungan kedua negara dalam presentasinya yang berjudul Bilateral Cooperation for Sustainable Development and Growth. Bapak Habibie menyatakan bahwa hubungan Jepang dan Indonesia pernah mengalami masa pasang surut, namun demikian untuk maju hal yang harus dilihat adalah sisi positif dari hubungan tersebut.
Pada kesempatan ini,Bapak Habibie mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki potensi untuk menjadi lebih besar, tidak hanya di bidang sumber daya alam namun juga di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini ditunjukkan dari bagaimana bangsa Indonesia telah mampu membuat pesawat terbang di tahun 1995, dari sebuah perusahaan yang dibangun di tahun 1974 oleh hanya 20 orang, PT. Dirgantara Indonesia. Dengan semakin banyaknya ilmuan di Indonesia dan sistem pendidikan yang mendukung,Bapak Habibie yakin Indonesia mampu menjadi negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang ataupun Jerman.
“ I only need maximum one percent of Indonesian population to be as good as German or Japanese or American, one percent of 250 million people…and I guarantee with that amount I can do what they are doing.” Ujarnya.


Potensi Indonesia lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang stabil dan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun dan bonus demografi dari penduduk usia produktif.Hal ini bertolak belakang dengan pertumbuhan ekonomi Jepang dan penduduk Jepang yang tengah berada pada fase aging society. Dengan kelebihan Jepang di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan finansial, jika digabungkan dengan kelebihan Indonesia, akhirnya akan terwujud kerjasama yang saling melengkapi dan saling menguntungkan.
Mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia inipun berbagi rahasia kesuksesannya selama ini, yaitu cinta. Cinta tidak hanya kepada orang yang dikasihi, keluarga ataupun teman, namun juga cinta kepada sesama, cinta kepada pekerjaan dan cinta lainnya. Adalah cinta mendiang Ainun Habibie menjadi kunci sukses beliau selama ini, baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan. Presentasi B.J Habibie diakhiri oleh standing ovation lebih dari 10 menit oleh seluruh peserta konferensi. Pemantauan menunjukkan bahwa banyak para peserta dari Jepang dan Indonesia yang hadir meneteskan air mata haru bahwa Indonesia akan dapat menjadi negara besar seperti Jepang, Amerika dan German.
Seusai konferensi, B.J Habibie mendapat kehormatan dianugerahi gelar “Doktor Honoris Causa” oleh Universitas Nagoya. Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Nagoya University Michinari Hamaguchi, dan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Wakil Perdana Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang Hirofumi Ryu dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi serta tamu undangan lainnya (Bidang Kerjasama Universitas Mataram).

Leave a Reply